Berobat Ke Singapura

Tangani Penyakit Arteri Perifer (PAD) Tanpa Operasi Besar
Sering merasa kaki dingin, kesemutan, atau nyeri saat berjalan? Prosedur angioplasti oleh Dr Benjamin Chua di Singapura bisa membantu melancarkan aliran darah ke kaki, tanpa perlu operasi besar.
Novena Specialist Center
Gleneagles Medical Centre
Mt Elizabeth Novena Specialist Center
Tim kami siap bantu dalam Bahasa Indonesia.
Dr Benjamin

Dr Benjamin Chua, MBBS, MHSc, MRCSEd, FRCSed, FAMS

Dr Benjamin Chua adalah dokter bedah vaskular di Singapura dan Direktur Medis di Vascular & Interventional Centre. Ia merupakan anggota Royal College of Surgeons of Edinburgh dan pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Bedah Vaskular pertama di Singapore General Hospital. Dr Chua menjalani pelatihan lanjutan di Australia dan berpengalaman menangani berbagai penyakit pembuluh darah.

Informasi Biaya dan Konsultasi :

Biaya Konsultasi:

  • Konsultasi pertama di klinik: S$200 (±Rp2.400.000)
  • Konsultasi lanjutan: S$125 (±Rp1.500.000)
  • Telekonsultasi: S$200 (±Rp2.400.000)
  • USG Vaskular di klinik: S$150 (±Rp1.800.000)

Estimasi biaya tindakan akan diberikan setelah konsultasi awal. Seluruh biaya di atas belum termasuk GST (Goods & Services Tax).

Apa itu Penyakit Arteri Perifer (PAD)?

Pernah merasa kaki cepat pegal saat jalan, terasa dingin, atau sering kesemutan?

Itu bisa jadi tanda Penyakit Arteri Perifer (Peripheral Artery Disease/PAD) — kondisi di mana pembuluh darah di kaki menyempit atau tersumbat karena penumpukan lemak (plak). Aliran darah jadi tidak lancar, dan jaringan di kaki kekurangan oksigen.

Gejala PAD biasanya muncul perlahan. Awalnya mungkin hanya terasa sedikit nyeri saat jalan jauh. Tapi lama-lama bisa semakin parah:

  • Nyeri atau kram otot saat jalan, yang hilang saat istirahat
  • Kaki terasa dingin sebelah
  • Kesemutan, mati rasa, atau kaki mudah lelah
  • Luka di kaki atau jari yang sulit sembuh
  • Warna kulit kaki tampak pucat atau kebiruan

Kalau dibiarkan, PAD bisa berkembang menjadi kondisi serius yang disebut iskemia tungkai kritis. Ini bisa memicu infeksi berat, luka membusuk (gangren), dan pada kasus parah — amputasi.

PAD termasuk penyakit pembuluh darah yang cukup umum, terutama pada:

  • Perokok
  • Penderita diabetes tipe 2
  • Orang dengan kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi

Sayangnya, banyak orang tidak sadar bahwa nyeri di kaki saat jalan adalah tanda awal PAD. Banyak yang baru mencari pertolongan saat kondisinya sudah parah.

Kabar baiknya: PAD bisa ditangani tanpa operasi besar. Prosedur angioplasti dan pemasangan stent oleh dokter spesialis pembuluh darah bisa membantu membuka sumbatan, melancarkan aliran darah, dan mengurangi gejala secara signifikan. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi.

Pilihan Pengobatan PAD

Pengobatan PAD bertujuan untuk melancarkan aliran darah, meredakan gejala, dan mencegah komplikasi seperti luka kronis dan amputasi. Langkah awal biasanya berupa perubahan gaya hidup—berhenti merokok, olahraga teratur, dan pola makan sehat. Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan seperti statin, aspirin, atau obat untuk mengendalikan tekanan darah dan gula darah .

Jika pendekatan non-operasi tidak berhasil, prosedur minimal invasif seperti angioplasti dan pemasangan stent bisa menjadi solusi. Dalam prosedur ini, kateter kecil dimasukkan melalui sayatan kecil di selangkangan atau pergelangan tangan. Balon kecil akan dikembangkan di area arteri yang menyempit untuk membuka jalur aliran darah, lalu stent (tabung kawat kecil) dipasang untuk menjaga arteri tetap terbuka .

Dengan angioplasti dan stent, pasien umumnya merasakan penurunan nyeri, luka lebih cepat sembuh, dan mobilitas kembali meningkat.

Manfaat angioplasti dan stent:

  • Membantu melancarkan aliran darah
  • Mengurangi gejala nyeri dan kram
  • Mencegah infeksi serius dan amputasi
  • Prosedur minimal invasif, tanpa operasi besar

Beberapa resiko ringan yang mungkin akan terjadi setelahnya adalah memar di area tusukan, infeksi lokal, atau reaksi terhadap zat kontras. Dokter akan menjelaskan semua resiko dan manfaat sebelum tindakan.

PAD: Apa yang Terjadi Setelahnya?

Setelah prosedur angioplasti dan stent, pasien biasanya hanya perlu rawat inap singkat—beberapa bahkan bisa pulang di hari yang sama. Rasa tidak nyaman ringan di area sayatan dapat dirasakan, tapi umumnya hilang dalam beberapa hari.

Pasien bisa kembali ke Indonesia setelah kontrol pasca tindakan, biasanya dalam 2–3 hari. Dokter akan memastikan kondisi stabil dan memberikan obat untuk menjaga arteri tetap terbuka.

Pemulihan di rumah relatif cepat. Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas ringan dalam waktu 5–7 hari. Hindari olahraga berat dan mengangkat beban selama satu minggu. Pasien disarankan untuk minum cukup air, menjaga pola makan, dan rutin kontrol via telekonsultasi.

Tim kami siap mendampingi Anda selama masa pemulihan, termasuk melalui WhatsApp dalam Bahasa Indonesia.

Tentang Dr Benjamin Chua

Dr. Benjamin Chua adalah dokter spesialis bedah vaskular yang terdaftar di Singapura. Beliau menangani berbagai kondisi pembuluh darah seperti penyakit arteri perifer (PAD), aneurisma aorta, komplikasi tungkai akibat diabetes, dan gangguan vena. Dr. Chua menggunakan teknik endovaskular minimal invasif untuk membantu pasien mendapatkan perawatan dengan pemulihan yang lebih cepat dan risiko yang lebih rendah.

Praktik beliau berlokasi di Novena Specialist Center, Gleneagles Medical Centre, dan Mt Elizabeth Novena Specialist Center. Dengan pelatihan internasional dan pendekatan tim multidisiplin, Dr. Chua merancang rencana pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.

Untuk pasien dari Indonesia, tersedia dukungan lengkap dalam Bahasa Indonesia. Mulai dari penjadwalan konsultasi, pengaturan perjalanan, hingga proses pemulihan, tim klinik siap membantu memastikan pengalaman berobat Anda di Singapura berjalan lancar, terstruktur, dan mudah.

Proses 3 Langkah Menuju Pengobatan :

1. Chat dengan kami di WhatsApp

2. Jadwalkan konsultasi (langsung atau online)

3. Dapatkan rencana pengobatan yang sesuai

Seluruh proses akan didampingi oleh tim kami—mulai dari tanya jawab awal, persiapan perjalanan, hingga masa pemulihan setelah tindakan. Kami menyediakan panduan dan dukungan logistik untuk membantu kelancaran proses pengobatan Anda di Singapura.

Komunikasi dilakukan dalam Bahasa Indonesia, termasuk saat konsultasi awal via WhatsApp. Tim klinik akan membantu mengatur jadwal dan mendampingi Anda sepanjang proses pengobatan ke Singapura.

Langkah pertama menuju perawatan yang tepat.

FAQ – Pertanyaan Umum

  1. Bagaimana cara membuat janji konsultasi?
    Silakan klik tombol WhatsApp untuk terhubung dengan tim kami dan mengatur jadwal konsultasi.
  2. Apakah tersedia telekonsultasi dari Indonesia?
    Ya, Anda dapat berkonsultasi secara online sebelum memutuskan berobat ke Singapura.
  3. Di mana saya akan menginap selama pengobatan?
    Tim kami dapat memberi rekomendasi akomodasi yang dekat dengan klinik.
  4. Bolehkah saya membawa anggota keluarga?
    Tentu, banyak pasien datang bersama keluarga untuk kenyamanan selama perawatan.
  5. Berapa biaya konsultasi dokter?
    Perkiraan biaya konsultasi berkisar antara S$125–S$200 (belum termasuk GST).
  6. Apakah tersedia bantuan dalam Bahasa Indonesia?
    Ya, seluruh komunikasi dapat dilakukan dalam Bahasa Indonesia.
  7. Apa langkah selanjutnya setelah konsultasi?
    Dokter akan menyusun rencana pengobatan berdasarkan hasil evaluasi Anda.
Siap Konsultasi?
Kami bantu setiap langkahnya — dalam Bahasa Indonesia.