Punya Masalah
Arteri atau Vena?

Dapatkan perawatan vaskular sejak dini untuk cegah risiko

Bedah vaskular di Singapura sejak 2008

Telah melakukan 8.000+ prosedur vaskular

Mayoritas pasien pulang di hari yang sama

Kenali Gejala Vaskular Sejak Dini

Nyeri, bengkak, atau gangguan aliran darah bisa menjadi tanda masalah vaskular. Pemeriksaan awal oleh dokter spesialis vaskular dapat membantu mencegah risiko yang lebih besar.

Merasa Ada Masalah dengan Pembuluh Darah?

Varises

Varises adalah pembuluh darah yang membengkak, terlihat jelas di bawah kulit, biasanya di area kaki. Kondisi ini terjadi ketika katup pembuluh darah melemah, sehingga darah menggenang dan menyebabkan pembuluh darah membesar. Akibatnya, bisa muncul rasa tidak nyaman, berat, atau nyeri di kaki, terutama setelah berdiri terlalu lama.

Penyakit Arteri Perifer

Penyakit arteri perifer (PAD) terjadi ketika arteri di kaki menyempit akibat penumpukan plak, sehingga aliran darah berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, kram, atau kelemahan pada kaki, terutama saat berjalan. Pada kasus yang lebih parah, bisa timbul luka yang sulit sembuh atau meningkatkan risiko komplikasi seperti infeksi.

Trombus Vena Dalam (Deep Vein Thrombosis)

Trombosis vena dalam (DVT) adalah pembekuan darah di pembuluh vena dalam, biasanya di kaki atau lengan. Jika tidak ditangani, bekuan darah ini dapat berpindah ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru (PE), yang bisa mengancam nyawa. Gejalanya bisa berupa pembengkakan, nyeri, dan kemerahan pada area yang terdampak.

Aneurisma Aorta

Aneurisma aorta terjadi ketika dinding aorta melemah dan menggelembung, yang berisiko pecah dan menyebabkan perdarahan internal serius. Kondisi ini bisa terjadi di area dada (TAA) atau perut (AAA). Aneurisma kecil sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi yang lebih besar perlu dipantau atau ditangani untuk mencegah komplikasi.

Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat, sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Kondisi ini dapat menyebabkan kelemahan mendadak, kesulitan berbicara, atau gangguan koordinasi. Penanganan medis segera sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan permanen atau kematian.

Penyakit Arteri Karotid

Penyakit arteri karotis (CAD) terjadi ketika penumpukan plak menyempitkan arteri yang mengalirkan darah ke otak, meningkatkan risiko stroke. Penyumbatan ini dapat mengurangi aliran darah dan menyebabkan gejala seperti pusing atau gangguan penglihatan. Pada kasus yang parah, kondisi ini bisa memicu stroke iskemik.

Malformasi Arteri Vena

Malformasi vaskular adalah pertumbuhan abnormal pada pembuluh darah yang bisa muncul di berbagai bagian tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, atau komplikasi jika menekan jaringan di sekitarnya. Meskipun biasanya tidak bersifat kanker, beberapa kasus memerlukan penanganan jika mengganggu fungsi tubuh.

Limfedema

Limfedema adalah pembengkakan pada lengan atau kaki akibat gangguan drainase limfatik. Kondisi ini terjadi karena kerusakan atau penyumbatan pada pembuluh limfa, menyebabkan penumpukan cairan. Gejalanya bisa berupa rasa berat, tidak nyaman, atau perubahan pada kulit, dan memerlukan penanganan jangka panjang.

Varikokel

Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah di skrotum, mirip dengan varises. Kondisi ini terjadi ketika katup vena tidak berfungsi dengan baik, menyebabkan darah menggenang. Varikokel dapat mempengaruhi pertumbuhan testis dan kesuburan. Banyak kasus muncul saat pubertas dan sering kali tidak menimbulkan gejala, meskipun beberapa bisa menyebabkan ketidaknyamanan.

Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi saat berhubungan intim. Kondisi ini sering disebabkan oleh aliran darah yang tidak lancar, kerusakan saraf, atau faktor psikologis. Banyak pria mengalaminya sesekali, tetapi jika terjadi terus-menerus, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Pembengkakan Prostat

Pembengkakan prostat atau Benign Prostatic Byperplasia (BPH) adalah pembesaran kelenjar prostat yang tidak bersifat kanker. Kondisi ini dapat menekan uretra dan menyebabkan gangguan buang air kecil. Gejalanya meliputi sering buang air kecil, aliran urine lemah, atau kesulitan mengosongkan kandung kemih.

Mioma Uteri

Miom rahim adalah pertumbuhan jinak di dalam rahim yang bisa menyebabkan menstruasi berlebihan, nyeri panggul, atau tekanan di area perut. Ukuran dan lokasinya bervariasi, sehingga gejala dan pilihan pengobatan bisa berbeda pada setiap wanita.

Pelvic Congestion Syndrome

Pelvic Congestion Syndrome (PCS) terjadi ketika katup vena yang lemah menyebabkan darah menggenang di area panggul, mengakibatkan nyeri kronis. Kondisi ini sering dikaitkan dengan varises di perut bagian bawah dan kaki.

Malformasi Vaskular Arteriovenosa (AVM)

AVM adalah kelainan pembuluh darah bawaan sejak lahir, di mana arteri terhubung langsung ke vena. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, bengkak, perdarahan, luka sulit sembuh, atau gejala saraf seperti sakit kepala dan kejang.Penanganan dapat dilakukan dengan embolisasi, elektroskleroterapi, atau operasi, tergantung lokasi dan tingkat keparahan

Benjolan Tiroid

Benjolan tiroid adalah benjolan pada kelenjar tiroid dan sebagian besar bersifat jinak. Jika membesar, nodul dapat menyebabkan benjolan di leher, rasa tertekan, atau sulit menelan. Pemeriksaan dilakukan dengan USG dan biopsi jarum halus, dan nodul jinak umumnya dapat ditangani tanpa operasi terbuka menggunakan prosedur minimal invasif.

Varises

Varises adalah pembuluh darah yang membengkak, terlihat jelas di bawah kulit, biasanya di area kaki. Kondisi ini terjadi ketika katup pembuluh darah melemah, sehingga darah menggenang dan menyebabkan pembuluh darah membesar. Akibatnya, bisa muncul rasa tidak nyaman, berat, atau nyeri di kaki, terutama setelah berdiri terlalu lama.

Penyakit Arteri Perifer

Penyakit arteri perifer (PAD) terjadi ketika arteri di kaki menyempit akibat penumpukan plak, sehingga aliran darah berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, kram, atau kelemahan pada kaki, terutama saat berjalan. Pada kasus yang lebih parah, bisa timbul luka yang sulit sembuh atau meningkatkan risiko komplikasi seperti infeksi.

Trombus Vena Dalam (Deep Vein Thrombosis)

Trombosis vena dalam (DVT) adalah pembekuan darah di pembuluh vena dalam, biasanya di kaki atau lengan. Jika tidak ditangani, bekuan darah ini dapat berpindah ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru (PE), yang bisa mengancam nyawa. Gejalanya bisa berupa pembengkakan, nyeri, dan kemerahan pada area yang terdampak.

Aneurisma Aorta

Aneurisma aorta terjadi ketika dinding aorta melemah dan menggelembung, yang berisiko pecah dan menyebabkan perdarahan internal serius. Kondisi ini bisa terjadi di area dada (TAA) atau perut (AAA). Aneurisma kecil sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi yang lebih besar perlu dipantau atau ditangani untuk mencegah komplikasi.

Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat, sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Kondisi ini dapat menyebabkan kelemahan mendadak, kesulitan berbicara, atau gangguan koordinasi. Penanganan medis segera sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan permanen atau kematian.

Penyakit Arteri Karotid

Penyakit arteri karotis (CAD) terjadi ketika penumpukan plak menyempitkan arteri yang mengalirkan darah ke otak, meningkatkan risiko stroke. Penyumbatan ini dapat mengurangi aliran darah dan menyebabkan gejala seperti pusing atau gangguan penglihatan. Pada kasus yang parah, kondisi ini bisa memicu stroke iskemik.

Malformasi Arteri Vena

Malformasi vaskular adalah pertumbuhan abnormal pada pembuluh darah yang bisa muncul di berbagai bagian tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, atau komplikasi jika menekan jaringan di sekitarnya. Meskipun biasanya tidak bersifat kanker, beberapa kasus memerlukan penanganan jika mengganggu fungsi tubuh.

Limfedema

Limfedema adalah pembengkakan pada lengan atau kaki akibat gangguan drainase limfatik. Kondisi ini terjadi karena kerusakan atau penyumbatan pada pembuluh limfa, menyebabkan penumpukan cairan. Gejalanya bisa berupa rasa berat, tidak nyaman, atau perubahan pada kulit, dan memerlukan penanganan jangka panjang.

Varikokel

Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah di skrotum, mirip dengan varises. Kondisi ini terjadi ketika katup vena tidak berfungsi dengan baik, menyebabkan darah menggenang. Varikokel dapat mempengaruhi pertumbuhan testis dan kesuburan. Banyak kasus muncul saat pubertas dan sering kali tidak menimbulkan gejala, meskipun beberapa bisa menyebabkan ketidaknyamanan.

Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi saat berhubungan intim. Kondisi ini sering disebabkan oleh aliran darah yang tidak lancar, kerusakan saraf, atau faktor psikologis. Banyak pria mengalaminya sesekali, tetapi jika terjadi terus-menerus, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Pembengkakan Prostat

Pembengkakan prostat atau Benign Prostatic Byperplasia (BPH) adalah pembesaran kelenjar prostat yang tidak bersifat kanker. Kondisi ini dapat menekan uretra dan menyebabkan gangguan buang air kecil. Gejalanya meliputi sering buang air kecil, aliran urine lemah, atau kesulitan mengosongkan kandung kemih.

Mioma Uteri

Miom rahim adalah pertumbuhan jinak di dalam rahim yang bisa menyebabkan menstruasi berlebihan, nyeri panggul, atau tekanan di area perut. Ukuran dan lokasinya bervariasi, sehingga gejala dan pilihan pengobatan bisa berbeda pada setiap wanita.

Pelvic Congestion Syndrome

Pelvic Congestion Syndrome (PCS) terjadi ketika katup vena yang lemah menyebabkan darah menggenang di area panggul, mengakibatkan nyeri kronis. Kondisi ini sering dikaitkan dengan varises di perut bagian bawah dan kaki.

Malformasi Vaskular Arteriovenosa (AVM)

AVM adalah kelainan pembuluh darah bawaan sejak lahir, di mana arteri terhubung langsung ke vena. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, bengkak, perdarahan, luka sulit sembuh, atau gejala saraf seperti sakit kepala dan kejang.Penanganan dapat dilakukan dengan embolisasi, elektroskleroterapi, atau operasi, tergantung lokasi dan tingkat keparahan.

Benjolan Tiroid

Benjolan tiroid adalah benjolan pada kelenjar tiroid dan sebagian besar bersifat jinak. Jika membesar, nodul dapat menyebabkan benjolan di leher, rasa tertekan, atau sulit menelan. Pemeriksaan dilakukan dengan USG dan biopsi jarum halus, dan nodul jinak umumnya dapat ditangani tanpa operasi terbuka menggunakan prosedur minimal invasif.
Kami mendampingi Anda menuju kesehatan vaskular yang lebih baik—dengan dukungan di setiap langkah.

Ahli Bedah Vaskular Kami

Dr Benjamin Chua

Medical Director dan Dokter Vaskular

Dr Chen Min Qi

Dokter Vaskular dan Endovaskular
TENTANG KLINIK

Dukungan untuk Pasien Vaskular

Menghadapi kondisi pembuluh darah bisa membingungkan, apalagi tanpa informasi yang jelas atau tahu harus mulai dari mana untuk mendapatkan perawatan. Di Vascular & Interventional Centre, kami memberikan panduan medis yang tepat, perawatan yang terpercaya, serta dukungan khusus bagi pasien dari luar negeri.

Tim pendamping kami yang berbahasa Indonesia, bersama kantor perwakilan di Indonesia, siap membantu Anda merencanakan perawatan di Singapura dengan lancar.

Pemeriksaan dan tindakan sejak dini dapat membantu mencegah risiko yang lebih serius dan menjaga kesehatan Anda dalam jangka panjang. Hubungi kantor kami di Indonesia untuk bantuan selanjutnya.

Cara Akses Perawatan
Vaskular dari Indonesia

Proses Mudah, Didampingi di Setiap Langkah

Hubungi Kami

Hubungi kantor kami di Indonesia untuk mulai konsultasi.

Konsultasi

Telekonsultasi dengan Dr. Chua untuk membahas kondisi dan pilihan perawatan Anda.

Perawatan

Datang ke Singapura untuk menjalani perawatan sesuai kondisi medis Anda.

Estimasi Biaya
Perawatan Vaskular

Kami membantu dalam proses asuransi, pembiayaan, dan dukungan perjalanan agar Anda mendapatkan pengalaman perawatan yang lancar.

Perawatan Vaskular
di Klinik Kami

Di Vascular & Interventional Centre, kami menawarkan berbagai prosedur minimal invasif berbasis panduan pencitraan untuk menangani kondisi vaskular. Semua tindakan dilakukan sesuai pedoman medis internasional yang diakui secara luas.

Angioplasti & Stenting

Membuka pembuluh tersumbat sehingga aliran darah normal.

Thrombectomy & Thrombolysis

Mengangkat bekuan darah untuk mengurangi risiko stroke.

Perbaikan Aneurisma

Memperkuat arteri agar tidak pecah, sebagai langkah pencegahan kesehatan.

Carotid Artery Stenting

Memperbaiki arteri leher untuk mencegah stroke dan mendukung hidup yang lebih lama dan sehat.

Varicocele Embolization

Mengurangi pembengkakan testis untuk meningkatkan kesuburan dan membuka harapan membangun keluarga.

Prostate Artery Embolization

Meredakan gejala buang air kecil tanpa operasi untuk kenyamanan dan kontrol lebih.

Uterine Fibroid Embolization

Mengurangi ukuran fibroid sambil menjaga kesuburan, sehingga Anda bisa menjalani masa depan tanpa rasa tidak nyaman.

Lymphovenous Bypass & Lymph Node Transfer

Meningkatkan drainase limfa untuk mengurangi pembengkakan dan mengembalikan mobilitas.

Venous Stenting

Mengatasi penyumbatan pada vena, agar sirkulasi kembali lancar untuk hidup yang aktif tanpa nyeri.

Radiofrequency Ablation (RFA)

Mengobati varises dengan energi panas, memulihkan kenyamanan dan estetika dengan waktu pemulihan minimal.

VenaSeal Closure

Menutup varises dengan perekat medis, pemulihan cepat tanpa panas atau pembedahan.

Ablasi Tiroid

Tindakan minimal invasif dengan panduan USG untuk benjolan tiroid jinak, bertujuan mengecilkan benjolan dan mengurangi gejala tanpa perlu pengangkatan kelenjar tiroid melalui operasi.

Embolisasi AVM

Kateter digunakan untuk menutup pembuluh darah abnormal untuk mengurangi aliran darah dan gejala.

Bleomycin Electrosclerotherapy (BEST)

Menyuntikkan bleomycin untuk mengecilkan pembuluh darah abnormal.

Operasi

Tindakan operasi untuk mengangkat jaringan AVM yang tersisa atau terlokalisasi, biasanya dilakukan setelah embolisasi atau skleroterapi, jika lokasinya aman dan mudah dijangkau.

Microwave Ablation (MWA)

Mengecilkan nodul tiroid dengan panas gelombang mikro, terutama pada benjolan nodul yang cukup besar.

Embolisasi Arteri Tiroid (TAE)

Mengurangi suplai darah ke nodul agar mengecil tanpa operasi terbuka melainkan melalui kateter.

Layanan Vaskular untuk Pasien Indonesia

Jika Anda mencari perawatan pembuluh darah dengan dukungan internasional, kami siap membantu. Vascular & Interventional Centre menyediakan prosedur minimal invasif serta pendamping berbahasa Indonesia untuk pasien dari Indonesia yang ingin berobat ke Singapura.

Lebih dari 8.000 prosedur vaskular dilakukan
Prosedur berbasis pencitraan dan minimal invasif
Tersedia tim berbahasa Indonesia dan bantuan perjalanan

Hubungi Kami