Apakah Anda sering mengalami haid berlebihan, nyeri di bagian panggul, atau perut kembung yang terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari? Banyak perempuan mengalami gejala seperti ini tanpa menyadari bahwa penyebabnya bisa jadi adalah mioma uteri—pertumbuhan jinak yang muncul di dalam atau di sekitar rahim.
Kabar baiknya? Berkat kemajuan teknologi medis sekarang ini, kini ada pengobatan efektif yang bersifat minimal invasif dan bisa membantu Anda kembali menjalani hidup dengan nyaman, yaitu Uterine Fibroid Embolization (UFE) atau embolisasi mioma uteri. Artikel ini menjelaskan bagaimana prosedur UFE dilakukan dan hal-hal yang perlu dipertimbangkan saat berdiskusi dengan dokter.
Dr Benjamin Chua, MBBS, MHSc, MRCSEd, FRCSed, FAMS
Daftar Isi
Apa Itu Mioma Uteri?
Mioma uteri adalah benjolan jinak yang tumbuh di dalam atau di permukaan rahim. Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada perempuan usia subur. Ukurannya bisa bervariasi, mulai dari sekecil biji hingga sebesar melon. Sebagian perempuan tidak merasakan gejala apa pun. Namun, ada juga yang mengalami haid berlebihan, nyeri panggul, atau bahkan masalah kesuburan.
Di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, studi memperkirakan bahwa sekitar 2,39% hingga 11,7% pasien rawat inap ginekologi. Sayangnya, banyak kasus tidak terdeteksi karena kurangnya kesadaran, sehingga pemeriksaan rutin sangat dianjurkan.
Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan
Mioma tidak selalu menimbulkan gejala, tetapi jika muncul, dampaknya bisa sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Bila Anda mengalami gejala berikut ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter:
- Haid yang sangat banyak atau berlangsung lama hingga membuat tubuh lemas dan cepat lelah.
- Nyeri atau tekanan di panggul yang membuat duduk, berjalan, atau berolahraga terasa tidak nyaman.
- Sering buang air kecil atau merasa sulit mengosongkan kandung kemih, biasanya karena tekanan mioma terhadap kandung kemih.
- Perut terasa penuh atau kembung secara terus-menerus.
- Kesulitan untuk hamil atau komplikasi kehamilan, terutama jika miom tumbuh di dalam rongga rahim.
Miom bisa tumbuh di berbagai bagian rahim:
- Miom intramural – Tumbuh di dinding rahim. Biasanya menyebabkan haid yang sangat banyak dan rasa tidak nyaman di area panggul.
- Miom subserosal – Berkembang di permukaan luar rahim. Bisa memicu perut terasa kembung atau gangguan saat buang air kecil.
- Miom submukosal – Tumbuh di dalam rongga rahim. Seringkali menyebabkan perdarahan berlebihan dan masalah kesuburan.
Kalau gejala-gejala ini mulai mengganggu kualitas hidup Anda, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan pilihan pengobatan.
Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Mioma?
Penyebab pasti mioma rahim memang belum diketahui, tapi penelitian menunjukkan ada beberapa faktor yang bisa berperan, seperti hormon dan genetik. Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko munculnya mioma antara lain:
- Faktor hormonal – Hormon estrogen dan progesteron berperan dalam pertumbuhan mioma.
• Faktor genetik – Riwayat keluarga dengan mioma bisa meningkatkan risiko.
• Usia – Mioma paling sering ditemukan pada wanita usia 30 hingga 50 tahun, dan biasanya mengecil setelah menopause. - Obesitas – Kadar lemak tubuh yang tinggi bisa meningkatkan produksi estrogen.
• Menstruasi dini – Mengalami menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun bisa meningkatkan risiko mioma. - Faktor gaya hidup – Pola makan tinggi daging merah dan rendah buah-buahan, atau konsumsi alkohol berlebihan, bisa mempengaruhi pertumbuhan mioma.
Walaupun mioma bersifat jinak, kondisi ini bisa berdampak besar pada kesehatan dan kenyamanan Anda sehari-hari. Mengenali faktor risiko dan memperhatikan gejala sejak dini bisa membantu Anda mengambil langkah tepat untuk mengatasinya.
Pilihan Pengobatan untuk Mioma: Dari Obat hingga UFE
Jika Anda memiliki mioma, ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa dipertimbangkan, tergantung pada gejala yang Anda alami, ukuran mioma, dan rencana kehamilan di masa depan.
Beberapa pilihan yang tersedia:
- Obat-obatan – Terapi hormonal tertentu, seperti GnRH agonist, bisa membantu mengecilkan mioma untuk sementara waktu. Namun, metode ini biasanya tidak digunakan sebagai solusi jangka panjang.
- Tindakan minimal invasif – Uterine Fibroid Embolization (UFE) bekerja dengan memutus aliran darah ke mioma, sehingga ukurannya mengecil tanpa perlu mengangkat rahim.
- Tindakan bedah – Miomektomi dilakukan untuk mengangkat mioma sambil mempertahankan rahim. Bila cara lain tidak efektif, histerektomi (pengangkatan rahim) bisa menjadi pilihan.
Setiap metode memiliki manfaat dan pertimbangan tersendiri. Konsultasi dengan dokter akan membantu menentukan pilihan terbaik sesuai kondisi dan gaya hidup Anda.
Uterine Fibroid Embolization: Solusi Aman dan Efektif
Jika Anda merasa khawatir dengan prosedur operasi, Uterine Fibroid Embolization (UFE) bisa menjadi alternatif yang tepat. Prosedur minimal invasif ini efektif dalam mengatasi mioma tanpa harus mengangkat rahim, sehingga cocok bagi perempuan yang ingin meredakan gejala sambil tetap menjaga kesehatan reproduksi mereka.
Bagaimana Prosedur Uterine Fibroid Embolization Dilakukan?
Dokter akan memasukkan kateter kecil ke dalam pembuluh darah—biasanya melalui pergelangan tangan atau lipatan paha—dan mengarahkannya ke pembuluh darah yang menyuplai mioma. Setelah itu, partikel-partikel kecil akan disuntikkan untuk memblokir aliran darah ke mioma, yang kemudian akan mengecil secara alami seiring waktu. Prosedur ini dilakukan dengan bius lokal, dan sebagian besar pasien bisa pulang pada hari yang sama.
Mengapa Memilih Prosedur Uterine Fibroid Embolization?
- Minimal invasif – Hanya memerlukan sayatan kecil, sehingga waktu pemulihan umumnya lebih singkat.
- Menjaga rahim – sehingga menjadi alternatif bagi para pasien yang ingin menghindari histerektomi (pengangkatan rahim).
- Pemulihan cepat – Sebagian besar perempuan bisa kembali ke aktivitas normal dalam 1–2 minggu.
- Perbaikan gejala – Studi menunjukkan banyak pasien mengalami pengurangan perdarahan hebat dan nyeri panggul.
Seperti prosedur medis lainnya, UFE mungkin tidak cocok untuk semua orang. Dokter akan membantu mengevaluasi apakah prosedur ini sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Pemulihan Setelah Uterine Fibroid Embolization
Proses pemulihan setelah UFE biasanya berjalan lancar, dan sebagian besar pasien merasa lebih baik hanya dalam waktu beberapa minggu.
Tips Pemulihan:
- Anda mungkin akan mengalami sedikit kram atau merasa lelah selama beberapa hari pertama. Ini hal yang normal dan bisa diatasi dengan obat pereda nyeri.
- Perdarahan ringan atau keputihan juga bisa terjadi saat mioma mulai mengecil.
- Gejala biasanya membaik secara bertahap, dan banyak pasien mulai merasakan perubahan positif dalam beberapa bulan.
Cara Memastikan Pemulihan yang Lancar:
- Istirahat cukup dan dengarkan sinyal dari tubuh Anda.
- Perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan bergizi untuk mendukung penyembuhan.
• Jangan lupa hadir pada sesi kontrol dan evaluasi lanjutan dengan dokter.
Pertimbangkan Dr. Benjamin Chua untuk Prosedur UFE Anda
Saat memilih prosedur seperti UFE, keahlian dokter menjadi faktor yang sangat penting. Dr. Benjamin Chua adalah Konsultan Senior Bedah Vaskular dan Direktur Medis di Vascular & Interventional Centre, Singapura. Beliau spesialis dalam prosedur vaskular minimal invasif, termasuk UFE.
Dr. Chua mendapatkan pelatihan di institusi ternama seperti Duke University di Amerika Serikat dan St. Vincent’s Hospital di Melbourne, Australia. Dengan pengalaman lebih dari 8.000 prosedur vaskular yang sukses, beliau dikenal sebagai salah satu pelopor inovasi medis di Asia-Pasifik dan secara rutin melatih dokter-dokter lain di kawasan ini.
Bagi pasien dari Indonesia, tersedia juga layanan bantuan dalam Bahasa Indonesia, termasuk pramutamu yang siap membantu perjalanan dan konsultasi. Dr. Chua sangat mengutamakan komunikasi yang jelas dan edukasi pasien, sehingga setiap orang memahami pilihan pengobatannya dan merasa didukung sepanjang proses pemulihan menuju hidup yang lebih sehat.
Jawaban atas sejumlah Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan
Mioma bisa menyebabkan haid yang sangat banyak atau berlangsung lama, rasa penuh atau tertekan di panggul, sering buang air kecil, perut kembung, sembelit, atau nyeri saat berhubungan. Beberapa wanita tidak merasakan gejala, tapi ada juga yang mengalami ketidaknyamanan cukup berat.
Penyebab pastinya belum diketahui, tapi pertumbuhan mioma dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. Faktor lain seperti genetik, obesitas, dan perubahan hormonal juga bisa berperan.
Mioma umumnya dideteksi melalui pemeriksaan panggul, USG, atau MRI. Kadang-kadang, dokter juga menggunakan tes tambahan seperti histeroskopi atau laparoskopi untuk mengecek lokasi dan ukuran mioma.
Mioma memang tidak bersifat kanker, tetapi bisa menimbulkan komplikasi seperti anemia akibat perdarahan berlebih, nyeri panggul, dan tekanan pada organ di sekitarnya yang menyebabkan ketidaknyamanan buang air kecil atau gangguan pencernaan.
Beberapa mioma bisa mengecil dengan sendirinya, terutama setelah menopause, karena kadar hormon menurun. Namun, gejala berat biasanya memerlukan penanganan medis.
Ada. Beberapa pilihan termasuk terapi hormonal atau prosedur Uterine Fibroid Embolization (UFE), yaitu teknik untuk mengurangi aliran darah ke miom sehingga ukurannya mengecil.
Pilihan seperti Uterine Fibroid Embolization (UFE), terapi hormonal, dan terapi ultrasound terfokus bisa membantu mengecilkan miom dan meredakan gejala, sambil tetap menjaga rahim.
Tidak. Miom adalah tumor padat yang tumbuh di dalam rahim, sedangkan kista ovarium adalah kantung berisi cairan di ovarium. Keduanya bisa menimbulkan gejala, tetapi cara pengobatannya berbeda.
Menghadapi miom memang tidak mudah, tapi Anda tidak perlu membiarkannya mengendalikan hidup Anda. Jika Anda mengalami gejala yang mengganggu, Uterine Fibroid Embolization (UFE) bisa menjadi pilihan yang minim risiko dan efektif untuk meredakan keluhan, sambil tetap mempertahankan rahim Anda. Jangan menunda — cari tahu pilihan yang tersedia dan mulailah langkah menuju hidup yang lebih sehat dan nyaman.

